Selasa, 26 April 2011

Perbedaan Psikologi pendidikan dengan Psikologi sekolah ?

Psikologi pendidikan tidak memiliki teori, konsep dan metode sendiri. Hal ini konon terbukti dengan banyaknya riset psikologi lain yang diangkap menjadi teori, konsep, dan metode psikologi pendidikan. Benarkah demikian ? jawaban atas pertanyaan tersebut dapat anda temukan pada akhir pembahasaan ini. Salah seorang ahli yang menganggap pendidikan sebagai subdisiplin psikologi terapan ( applicable ) adalah Arthur S. Reber (1998) seorang guru besar psikologi pada Brooklyn College, University of New York City, University of British Columbia Canada, dan juga pada university of  Innsbruck Austria. Dalam pandangannya, psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal sebagai berikut :
1.      Penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas
2.      Pengembangan dan pembaruan kurikulum
3.      Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan
4.      Sosialisasi proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah kognitif.
5.      Penyenggaraan pendidikan keguruan.

Psikologi pendidikan adalah pengetahuan kependidikan yang didasarkan atas hasil-hasil temuan riset psikologis dan hasil-hasil riset psikologis tersebut kemudian dirumuskan sedemikian rupa hingga menjadi konsep-konsep, teori-teori, dan metode-metode, serta strategi-strategi yang utuh dan kemudian konsep,teori,metode dan strategi tersebut disistematiskan sedemikian rupa hingga menjadi “ repertoire of resources” yaitu rangkaian sumber yang berisi pendekatan yang dapat dipilih dan digunakan untuk praktik-praktik kependidikan khususnya dalam proses mengajar-belajar. Sedangkan perbedaannya dengan psikologi sekolah yaitu dimana Psikologi sekolah itu berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi. Yang bertujuan untuk membentuk pola pikir anak.Psikologi sekolah adalah ilmu terapan dari psikologi pendidikan yang lebih mengkhususkan diri lagi hanya di dalam lingkungan sekolah, dalam proses pembelajaran dan pengajaran dan lebih secara detail memahami jiwa dan perilaku manusia di dalamnya terutama terhadap murid.

Ruang lingkup pembahasan psikologi pendidikan yaitu :
1.      Pertumbuhan dan perkembangan pada umumnya
2.      Psikologi anak
3.      Hygiene rokhani
4.      Kecerdasan dan penilaian
5.      Perbedaan-perbedaan individu
6.      Hakekat pembuatan belajar
7.      Soal transfer dalam belajar
8.      Faktor-faktor yang mengpengaruhi pembuatan belajar
9.      Test dan soal penilaian atau pengukuran
10.  Teori dasar tentang motivasi
11.  Arti motivation bagi pengajaran
12.  Perkembangan sosial dan emosional 

Peran psikolog sekolah yaitu :
1.      Melakukan diagnostik dalam arti luas seperti pelaksanaan tes
2.      Melakukan berbagai wawancara dengan siswa,guru,orang tua dan orang-orang lain yang terlibat dalam pendidikan siswa,
3.      Obsrvasi siswa di kelas, tempat bermain dan pada berbagai kegiatan sekolah lain
4.      Mempelajari data kumulatif prestasi belajar siswa-siswa.


Daftar Pustaka :
  • Santrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta
  • Sukadji, soetarlinah.2000, Psikologi Pendidikan dan Psikologi Sekolah,Penerbit : Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi ( L.P.S.P3. ) :Depok
  • Syah, Muhibbin.2010,Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Penerbit : PT Remaja RosdaKarya: Bandung









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar